Oleh :
Imawan qoidi arif
Dalam sebuah situs di internet, orang- orang kafir berteriak-teriak menyerukan kepada kaum
muslimin untuk membuktikan kalau islam adalah agama yang memiliki toleransi
terhadap agama yang lain, mereka merasa bahwa agama mereka hanya mendapatkan
tindasan dan tidak merasakan rahmat yang telah menjadi slogan umat islam.
“Kalian muslim selalu mengagung-agungkan bahwa Islam
agama yang diridhoi disisi Awloh adalah RAHMATAN
LIL ALAMIN! Tunjukin sama kami
non-muslim... Sejak Islam dibawa Muhammad sampai sekarang kapan Islam
pernah menjadi
RAHMATAN LIL ALAMIN??? Kapan??? Kapan??? Islam
hanya membawa kesengsaraan dan kematian! Saya sudah benar-benar muak dengan perbuatan-perbuatan jahat dan keji kalian
atas nama tuhan dan agama yang
sebagian dari kalian
tutup-tutupi dengan taqqiya bahwa Islam
agama damai!”[1]
Bukan hanya dari kalangan orang - orang kafir
saja yang mengangap islam radikal, bahkan yang lebih mengesankan lagi adalah
ucapan itu keluar dari kaum muslimin sendiri, tidak ada yang mesti kita
salahkan dan tidak ada yang bisa kita benarkan, karena memang sikap ghulu
terhadap agama masih mengakar dalam diri kaum muslimin sendiri dan pemahaman yang setengah-setengah dan dangkal
terhadap agama, itu semua menjadikan
mereka salah kaprah dalam tingkah, terutama yang banyak disoroti oleh kaum
muslimin awam tentang sikap FPI (forum pembela islam) dalam menegakkan amar
ma’ruf nahi munkar.
Masyarakat memandang apa yang mereka lakukan
adalah merupakan kebiadaban dan ketidak berprikemanusiaan, bagaimana tidak ?
apa yang mereka lakukan dengan mengobrak-abrik, memukul, teriak. Menjadikan
anggapan masyarakat menjadi miring dan berubah, justru apa yang mereka lakukan
adalah bentuk kriminalitas bahkan lebih parah lagi.
Sesuatu yang baik akan menjadi buruk jika
tidak sesuai dengan adab yang sopan dan norma- norma islam dengan disertai
dengan keikhlasan yang tulus, layaknya shodaqoh, ia akan menjadi suatu yang
sia-sia jika diiringi dengan mengungkit-ungkit dan menyakiti, begitu juga
dengan rambu-rambu yang perlu diperhatikan dalam amar ma’ruf nahi munkar
meskipun kemaslahatan yang akan didapatkan sangat bermanfaat bagi kaum muslimin
justru akan berubah menjadi suatu kemadharatan jika tidak memperhatikan adab
dan rambu-rambu yang ada. Sehingga islam akan bisa diterima dari berbagai
kalangan masyarakat baik dalam masalah yang sifatnya mengunakan kekerasan maupun
kelembutan terutama dalam perkara wala’ dan bara’.
18.29
xiang qin













