Pada suatu malam budi seorang eksekutif sukses, seperti biasanya sibuk memperhatikan berkas pekerjaan kantor yang ia bawa pulang kerumah. karena keesokan harinya ada rapat umum yang sangat penting dengan para pemegang saham. Ketika sedang asyik menyeleksi dokumen kantor tersebut, putri nya maida datang mendekati, berdiri tepat disampingnya sambil memegang buku cerita baru, buku itu bergambar seorang pri kecil yang sangat menarik maida.
“pa,, lihat maida punya buku baru bagus deh..”, maida berusaha menarik perhatian ayahnya, budi menengok kearahnya sambil menurunkan kaca matanya, kalimat yang keluar hanyalah kata basa basi, “wah bagus ya mai”, “ya papa” maida merasa senang karena ada tanggapan dari ayahnya, “bacakan maida dong pa !!” pinta maida dengan lembut, “wah,,, papa sedang sibuk sekali nih,, jangan sekarang deh !” sanggah budi dengan cepat. lalu ia mengalihkan perhatiannya pada kertas-kertas didepannya, maida diam. Tapi dia belum menyerah, dengan suara lembut dan manja, ia kembali merayu ayanhnya, “pa mama bilang papa mau baca untuk maida” “lain kali maida,,, sana ! papa lagi banyak kerjaan ni...” budi berusaha memusatkan perhatiannya pada lembar-lembar kertas tadi.
Menit demi menit berlalu, maida menarik nafas panjang dan tetap disitu berdiri ditempat yang penuh harap. Dan tiba- tiba ia memulai percakapan lagi, “pa,, gambar nya bagus- bagus deh,, papa pasti suka ?” “maida, papa bilang, lain kali..!!” budi membentaknya dengan keras, kali ini budi berhasil membuat maida mundur, matanya berkaca kaca dan ia bergeser menjauhi ayahnya.