Cari Blog Ini

JOIN THE CARAVAN

Get Gifs at CodemySpace.com Get Gifs at CodemySpace.com

Sabtu, 14 April 2012

MEMPERSIAPKAN PEMIMPIN YANG IDEAL


Oleh : Dubyan Asy-Syahid       
 Jangan salahkan mereka yang acuh terhadap pemilu, sudah bosan rakyat menilai kelakuan bejat para atasan, gombal janji yang mereka obral bak tong kosong yang hanya nyaring bunyinya namun tak ada realisasi yang nyata, tergores hati rakyat dengan korban janji para pejabat yang tak pernah mengerti akan nasib mereka, seakan sebuah kehidupan hukum rimba, siapa kuat dialah yang akan berkuasa,  rakyat kecil senantiasa tertindas, tak ada yang bisa mereka lakukan kecuali hanya pasrah dan sabar.
Fakta telah mengungkap, kebengisan para atasan menorehkan luka mendalam bagi rakyat, berapa banyak rakyat menangis ? berapa banyak rakyat jelata memohon ? berapa banyak mereka melihat kenyataan yang pahit ?, kasus-kasus yang mengiris hati mereka, tentang si “raja tega” pencuri club  dan penyeleweng amanah rakyat alias tikus-tikus berdasi yang masih hidup di Indonesia (koruptor).  Sudah selesaikah kasus korupsi bank  century ? kemana pencuri itu melarikan diri ? apakah ada tindak lanjut dari sang pemimpin ? lenyap ditelan masa, bak debu yang tertiup silir angin di sore hari, rintihan rakyat yang tak lagi mereka hiraukan menjadikan mereka memendam rasa perih yang begitu mendalam.
“Alangkah lucunya negeri ini, hukuman bisa dibeli” begitulah lirik lagu andai ku jadi gayus tambunan musisi yang mewakili kepedihan hati rakyat tentang kebengisan gayus dalam memakan harta dengan cara yang bathil.lucu memang Negeri ini, hukuman akan takhluk dengan yang namanya fulus, hanya dengan KUHP (kasih uang habis perkara) semua akan beres. Tidak berhenti sampai disini, sebuah club pencuri tak hanya memiliki satu pemain, jika satu pemain cedera maka akan digantikan oleh pemain yang lain, begitu juga dengan permainan gayus, satu pemain telah cedera, maka pelatih akan mengantikan dengan pemain selanjutnya yang akan melanjutkan perjuangannya untuk mencuri uang rakyat, pemain itu adalah  anisa pohan, kemudian disambut oleh nazaruddin, yang kemudian dilanjutkan dengan pemain baru yaitu dana, memang benar sebuah pepatah bijak mengatakan hilang satu tumbuh seribu, karena memang korupsi adalah permainan estafet.
Pemimpin yang mau berjuang, adalah harapan bagi seluruh rakyat Indonesia, namun itu mustahil, rakyat kini sudah banyak menelan pahitnya sebuah penderitaan dari kepemimpinan seorang pemimpin Negara, sehingga mereka sudah tak lagi hiraukan siapa yang layak untuk menjadi pemimipin bagi mereka. Sebuah celetukan rakyat yang muncul akibat korban janji gombal mereka dengan mengatakan bahwasanya mereka akan memilih seorang pemimpin yang mau “BERJUANG” (artinya beras baju dan uang). Ini artinya Kepercayaan rakyat telah sirna egoisme dan hanya kebutuhan materilah yang mereka harap tanpa menghiraukan kemakmuran Negara ini.
Namun, siapakah sosok pemimpin yang ideal ? bagaimanakah mempersiapkan seorang pemimpin yang mampu untuk menjadikan Negara ini makmur? Rasulallah kah, beliau telah meningal, sosok Abu Bakar kah, Umar bin Khottob, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Tholib ?  mereka semua telah tiada. Hanya uswah hasanah dari merekalah yang mampu kita jadikan pedoman, tak ada yang lain untuk mempersiapkan pemimpin yang ideal.
Mempersiapkan pemimpin yang ideal
Kepemimpinan dalam islam merupakan sebuah amanat yang sangat besar yang diberikan kepada orang-orang yang memang benar-benar memiliki kapabelitas ‘ahli’dalam kepemimpinan, berkualitas,  memiliki tanggung jawab besar, benar, adil, jujur dan bermoral baik. Demikianlah kriteria seorang pemimpin ideal yang islam tawarkan dalam memilih seorang pemimpin yang sejatinya dapat membawa masyarakat kepada kehidupan yang lebih baik, harmonis, dinamis, makmur, sejahtera dan tentram.

Sebagai pemimpin umat, Nabi SAW memiliki empat ciri kepemimpinan: shidiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), dan tabligh (berkomunikasi dan komunikatif dengan bawahannnya dan semua orang), fathanah (cerdas dan berpengetahuan).

1.      Shidiq
Mungkin satu dari seribu orang yang memiliki sifat seperti ini, kejujuran yang telah punah dari jiwa,  menjadikan kehidupan hanya dipenuhi dengan kedustaan belaka, lebih –lebih pada zaman sekarang, zaman matrealistis, zaman yang penuh dengan keglamoran dunia, tak ada keadilan yang sempurna dunia telah berubah, sehingga kejujuran tak lagi akan dijumpa, hanya orang-orang yang bodoh saja lah yang masih ingin berbuat jujur dalam tindakannya.
 Jika kita ingin mencari sosok Abdullah bin mubarok zaman sekarang, tidak akan pernah kita dapatkan, meskipun kita telah menjelajahi sientaro dunia, bagaimana mungkin bisa ? apa yang dilakukan oleh Abdullah bin mubarok adalah suatu kemustahilan belaka, seorang penjaga kebun selama bertahun-tahun yang tidak pernah menyentuh satu pun buah (walaupun buah itu terjatuh ditanah ) di kebun yang ia jaga, apalagi membiarkan untuk masuk ke dalam perut beliau hanya untuk  mencicipi apakah buah itu sudah matang ataukah belum.
Demikian dengan suri tauladan kita beliau Muhammad bin Abdullah, beliau adalah sosok figur umat islam dalam kejujuran, meski beliau di caci maki lantaran agama yang beliau bawa, namun mereka masih dipercaya untuk menerima barang titipan dari orang-orang quraisy yang telah mencaci makinya. Oleh karena itu, kejujuran yang dimiliki seorang pemimpin merupakan awal dari segala kebaikan, dan kebohongan yang dimiliki seorang pemimpin adalah awal dari segala kebobrokan dan kehancuran.

2.      Amanah
Kepemimpinan bukanlah hal yang remeh, setiap pemimpin pasti akan ditanya tentang bagaimana kepemimpinannya selama ini. Itulah kenapa umar sedih ketika ia hendak meningal dunia seraya berkata ‘andai aku seperti sebuah batang pohon yang di pangkas pasti aku tidak akan ditanya tentang kepemimpinanku selama ini’. Kepemimpinan adalah suatu amanah yang sangat berat dan beresiko, sehingga  gunung-gunungpun merasa gempar dan akan bergoncang  ketika hendak  menerima ‘qoulan tsaqila’ yaitu alquran lantaran takut kepada Allah ta’ala, justru manusia dengan rasa kecongkaannya merasa mampu untuk menerima beban berat ini.
Memang, pada dasarnya manusia diciptakan dengan sifat yang rakus, Allah telah memberikan isyarat, bahwa manusia lahir kedunia ini dalam keadaaan tangan yang menggegam, ini adalah isyarat bahwa manusia memiliki sifat yang rakus, semua akan ia raih, semua akan ia dapat, ditangannya mereka akan genggam dunia.
Oleh karena itu tidak heran lagi,  jika pada zaman sekarang, banyak manusia yang sangat berambisi terhadap jabatan dan tidak sedikit dari mereka hanya menjadikan amanah kepemimpinan ini sebuah tanggung jawab yang besar melainkan hanya karena tujuan duniawi, karena memang ayat nubuwah pasti akan terjadi. dengan banyaknya orang yang berkhianat terhadap sebuah amanah dan memberikan amanah bukan pada orang yang berkapabel, maka dari itu tiada yang akan terjadi kepada kita kecuali hari kiamat akan tiba.
           
3.      Tabligh
Sampaikan kebenaran, meskipun itu pahit. Jadilah pemenang jangan jadi pecundang yang hanya bisa mengekor pada seseorang, tunjukkan kalau kau adalah pemimpin. Begitulah seharusnya seorang pemimpin yang ideal hendaklah mampu menjadi leader yang benar-benar tegar dalam menegakkan kebenaran, katakan benar jika itu memang benar dan katakan salah jika itu memang salah.
Banyak figur yang patut untuk dijadikan tauladan bagi umat islam hari ini mereka yang hidup pada zaman Rasulallah saw, para sahabat yang mulia adalah sosok pemimpin yang berani untuk menyampaikan kebenaran dan tak gentar terhadap ancaman. Abu dzar al ghifari contohnya, beliau adalah sosok sahabat yang memilki keberanian yang kuat, setelah islam menerangi hati nuraninya, beliau berani menyerukan islam, kalimat tauhid diatas ka’bah dan disaksikan dihadapan orang orang quraisy yang sedang beribadah kepada berhala-berhala mereka di sekitar ka’bah, ia tidak mengkhawatirkan bagaimana resiko yang akan ia terima, sehingga pada akhirnya ia dikeroyok oleh sekumpulan orang-orang quraisy hingga ia pingsan.
Kemudian lihatlah bagaimana awal sahabat umar saat masuk islam, beliau  terkenal dengan kebengisan dan keberaniannya dimasa jahiliyah, namun saat islam masuk dalam sanubari beliau, islam mengalami perubahan yang begitu besar, banyak kalangan orang orang quraisy yang masuk islam. Keberanianbeliaudalammenampakkanislamsecaraterang-terangandikalangankaumnyamenjadikanbanyaknyamanusia yang memelukislam, ancaman yang beliautujukankepadamerekamembuatmerekagentardangemetar, takada yang beliaukhawatirkankarenamemangapa yang beliausampaikanadalahkebenaran.
Olehkarenaitu, sebagai pemimpin yang ideal, hendaklahia senantiasa menyampaikan kebenaran yang diterimanya lewat apa yang telahdibawaolehrasulNya, betapa pun beratnya tantangan dan risiko yang akan diterimanya. Ia berpegang pada pedoman “Katakan yang benar itu walaupun pahit kau rasakan”.

4.      Fathanah
Bahwa seorang Rasul sebagai pemimpin memiliki kemampuan berfikir yang tinggi, daya ingat yang kuat, serta kepintaran menjelaskan dan mempertahankan kebenaran yang diembannya. Seorang pemimpin mesti basthah fi al-ilmi (memiliki pengetahuan yang luas) dan pemahaman yang benar mengenai tugasnya, kemampuan managerial yang matang, cepat dan tepat dalam menetapkan suatu keputusan, kemampuan yang tinggi dalam menetapkan makhraj (solusi) dari suatu kemelut dalam lingkup tanggungjawabnya.

             Sifat-sifat Nabi SAW itu tecermin pada kebijakan dan tingkahlaku beliau sehari-hari, baik sebagai pemimpin agama sekaligus pemimpin masyarakat dan negara. Sifat kepemimpinan beliau dan Khulafaur Rasyidin dapat dijadikan cermin oleh semua pemimpin. Mereka senantiasa mengabdi, menerima keluh kesah, memfasilitasi, dan siap menjadi "budak" rakyatnya, bukannya menjadi “tuan” bagi masyarakatnya.
           
Demikianlah wasiat islam dalam mencari sosok pemimpin yang ideal, dengan ke empat sifat adalah pondasi yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin, tentunya hal ini hendaklah dilengkapi dengan sifat tawadhu’, adil dan komitmen terhadap perjuangan. Sebuah pidato yang dapat kita jadikan sebagai pedoman dalam memilih seorang pemimpin yang ideal adalah sebagaimana pidato sahabat abu bakar ash-shiddiq ketika beliau diangkat sebagai kholifah, "Saudara-saudara, Aku telah diangkat menjadi pemimpin bukanlah karena aku yang terbaik diantara kalian semuanya, untuk itu jika aku berbuat baik bantulah aku, dan jika aku berbuat salah luruskanlah aku. Sifat jujur itu adalah amanah, sedangkan kebohongan itu adalah pengkhianatan. 'Orang lemah' diantara kalian aku pandang kuat posisinya di sisiku dan aku akan melindungi hak-haknya. 'Orang kuat' diantara kalian aku pandang lemah posisinya di sisiku dan aku akan mengambil hak-hak mereka yang mereka peroleh dengan jalan yang jahat untuk aku kembalikan kepada yang berhak menerimanya. Janganlah diantara kalian meninggalkan jihad, sebab kaum yang meninggalkan jihad akan ditimpakan kehinaan oleh Allah Swt. Patuhlah kalian kepadaku selama aku mematuhi Allah dan Rasul-Nya. Jika aku durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya maka tidak ada kewajiban bagi kalian untuk mematuhiku. Kini marilah kita menunaikan Sholat semoga Allah Swt melimpahkan Rahmat-Nya kepada kita semua".
            Dari rangkaian syarat-syarat pemimpin diatas sedikit dapat kita jadikan acuan dalam memilih sosok pemimpin, dan masih banyak lagi ketentuan-ketentuan pemimpin yang baik dalam perspektif Islam yang bisa kita gali baik yang tersurat maupun tersirat di dalam Al Qur'an dan Hadist-hadist Nabi SAW.

Jadi pemimpin seperti apa yang sebaiknya diangkat di era seperti sekarang ini? Secara umum Al-Qur'an sudah memberikan gambaran kriteria pemimpin yag harus dipilih, yaitu seperti yang ditegaskan oleh Allah SWT dalam firman-Nya yang artinya: "Dan sesungguhnya telah Kami tulis di dalam Zabur sesudah (sesudah Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hamba-Ku yang shaleh" (QS Al-Ambiya' :105). Jadi yang mendapat mandat mengurusi manusia beserta isinya dimuka bumi ini sesuai rekomendasi Allah SWT ternyata hanyalah orang-orang shaleh, bukan orang-orang yang suka membuat kerusakan di muka bumi yang pola fikir dan perilakunya tidak diridhai oleh Allah SWT.






0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes