Cari Blog Ini

JOIN THE CARAVAN

Get Gifs at CodemySpace.com Get Gifs at CodemySpace.com

Kamis, 19 April 2012

AGAR SI KECIL ENJOY BERPUASA



Ulama dan pakar pendidikan anak, Dr. Abdullah Nahih Ulwan dalam karyanya, "Pedoman Pendidikan Anak dalam Islam" (Asy Syifa 1981) mengartikan perintah sholat dapat disamakan untuk perintah ibadah lain, terutama shaum dan haji. Karenanya, ia menyarankan orang tua muslim untuk melatih anak-anak mengerjakan shoum sejak dini (sebelum 7 tahun) jika mereka kuat dan berhaji jika orang tuanya mampu.
Menurutnya, menanamkan ibadah sejak dini membuat anak-anak dapat mempelajari hokum-hukum ibadah sejak masa pertumbuhannya. Dengan demikian, ketika dewasa, menjadi terbiasa dan terdidik menaati Allah, melaksanakan hak-Nya, bersyukur, kembali, berpegang, bersandar, dan berserah diri kepada-Nya. Selain itu, anak akan memperoleh kesucian ruh, kesehatan jasmani, kebaikan akhlak, perkataan dan perbuatan dari ibadah yang dijalankannya.
Rasulullah r bersabda, "Tiada anak yang dilahirkan kecuali dalam keadaan fitrah, maka kedua orangtuanya yang membuatnya menjadi Yahudi, Majusi, dan Nasrani." (H.R. Bukhari). Hadits ini mengisyaratkan, karena anak lahir fitrah (suci), maka menjadi mudah melakukan pembiasaan dan pembentukan sejak dini.
Tak heran, para psikolog pun sepakat, usia 0-6 tahun adalah usia sensitive dalam belajar. Pada usia ini, anak-anak akan menerima nilai-nilai agama hanya dengan mempercayai tanpa argumentasi. Untuk itu, orangtua harus memanfaatkan semaksimal mungkin.
Selain itu, otak anak juga mengalami perkembangan cepat sejak lahir. Kapasitas intelektualnya berkembang sejak usia 4 tahun. Ketika 8 tahun, perkembangan intelektualnya mencapai 80 %. Demikian juga dengan daya serapnya. Anak usia 4-8 tahun, mampu menyerap informasi 100 %, tapi lebih dari 8 tahun, kapasitasnya menurun menjadi 20 % saja.

Jadi, membiasakan anak sejak dini, sebenarnya memanfaatkan daya ingat anak yang kuat. Karenanya tak salah membiasakan anak shoum sejak kecil. Tentu saja, harus fleksibel dan sesuai kemampuan.
Tips agar si kecil enjoy puasa
1.      Mantapkan Hatinya
a.       Jelaskan apa itu puasa dengan santai. Ceritakan kisah nabi, shahabat dan teladan lain
b.      Ajarkan niat puasa, terangkan kondisinya dan kapan puasa berlangsung.
c.       Hindari kalimat, "Makannya hanya malam hari, siang tak boleh." Atau kalimat sejenis, karena menciptakan ketakutan pada anak.
d.      Ciptakan suasana heboh sebelum Ramadhan. Misalnya, "Ayo, siapa yang ikut puasa" atau "Siapa yang ikutan tarawih sama ayah" dan sejenisnya.
2.      Persiapkan fisiknya
a.       Cek kesehatan anak dengan membaca gejala fisiknya, jika perlu konsultasi ke dokter
b.      Sediakan menu berbuka bagi anak-anak yang mengandung nilai gizi standar.
c.       Belilah baju atau hadiah lebaran sebelum puasa, agak anak-anak melihat ada kompensasi jika ia puasa.
3.      Persiapkan akalnya
a.       Uraikan cara kerja alat pencernaan makanan tubuh kita, jika mampu visualkan. Andaikan dengan pabrik yang perlu diservis.
b.      Terangkan keadaan darurat di mana kita boleh berbuka.
4.      Sahur yang menyenangkan
a.       Hindari bangun sahur secara teburu-buru.
b.      Jangan bangunkan anak dengan kata-kata, "Ayo bangun makan sahur" dan sejenisnya.
c.       Siapkan makan dan minum anak lebih dahulu.
d.      Bangunkan dengan makanan / minuman kesenangan atau pesanannya, "Nanda bangun yuk, jus melonnya sudah menunggu."
e.       Makanna dipotong kecil-kecil agar anak gampang memakannya.
f.        Siapkan telur rebus dan segelas susu jika sahur mepet dengan adzan shubuh.
5.      Berbuka dengan ceria
a.       Sediakan makanan manis yang disukai atau dipesan anak-anak.
b.      Sepakati daftar menu dengan anak, kemudian hiasi dan letakkan di tempat strategis.
c.       Ajak anak menentukan jenis menu, mempersiapkannya sampai memasaknya.
d.      Ajak anak berbuka di masjid, untuk membangun kecerdasan spiritualnya.
6.      Puasa dengan nyaman
a.       Beritahu anggota keluarga yang tak puasa (karena halangan syar'i)
b.      Simpanlah makanan dan minuman dari pandangan anak-anak.
c.       Jelaskan pada guru bahwa anak kita sedang latihan puasa.
d.      Siapkan bank cerita dan permainan untuk antisipasi rengekan anak yang ingin membatalkan puasa.
e.       Buat jadwal imsakiyah yang khusus dan menarik anak.
7.      Siapkan hadiah
a.       Hadiahkan termurah adalah dekapan, ciuman, membacakan buku cerita, menyiapkan termurah adalah dekapan, ciuman, membacakan buku cerita, menyisipkan menu berbuka yang diminta anak.
b.      Jika perlu sisipkan hadiah perhari. Tiap kali anak-anak menyelesaikan puasanya, bagikan hadiah ketika berbuka.
8.      Luangkan Waktu
a.       Usahakan pulang kantor sebelum Maghrib
b.      Sungguh-sungguh dalam menikmati berbuka puasa bersama. Jangan sampai pikiran melayang ke pekerjaan.
c.       Ajak teman kerja atu kerabat yang dikenal anak untuk berbuka di rumah. Hal ini akan meyakinkan anak bahwa semua orang berpuasa.
9.      Kondisikan Teman
a.       Kumpulkan data siapa saja teman-teman anak kita yang berpuasa dan yang tidak
b.      Rancang acara bersama anak-anak yang berpuasa, misalnya berbuka bersama.
c.       Jelaskan kondisi anak kita pada temannya yang tidak berpuasa. Lebih baik, dorong anak kita untuk menjelaskan langsung bahwa ia puasa.
10.  Tawakal pada Allah
a.       Serahkan urusan ini pada Allah, setelah kita melakukan persiapan.
b.      Jalin kekompakan antar anggota keluarga. Biasanya, ada saja anggota keluarga yang tak tega,  tak setuju dan lainnya.
c.       Perbanyak doa pada Allah U, karena doa adalah senjata utama.

Sabili No. 7 TH. XII 20 Oktober 2005  / 16 Ramadhan 1426 H

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes